Wednesday, June 22, 2016

Susah senang dan tips aman naik KRL


Menggunakan sarana transportasi masal memang pilihan tepat untuk warga yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya.

KRL selain bisa menghindarkan kita dari macet, juga bisa menghemat biaya transportasi. Saya sendiri yang sehari-hari kerja berangkat dari Pondok Cina - Sudirman PP hanya menghabiskan biaya Rp. 4000 per hari. Jika dibandingkan dengan ongkos bensin sepeda motor, naik KRL lebih menyenangkan, meskipun ada tidak enaknya juga.


Tidak enaknya naik KRL kurang lebih seperti ini:

Pertama, di jam-jam berangkat dan pulang kerja, KRL selalu penuh berdesakan. Akhirnya aturan yang berlaku adalah siapa yang cepat dia yang dapat, siapa yang kuat dia yang enak.

Kedua, di jam-jam padat kereta sering terlambat. Kadang keterlambatan kereta sering buat saya telat masuk kantor.

Ketiga, saking padatnya di dalam kereta, meski sudah ada pendingin udara, tetap saja rasanya gerah.

Keempat, riskan copet. Karena penumpang yang sibuk dengan dirinya yang berdesakan, saat kantongnya dirogoh oleh copet tidak terasa.

Alhasil meskipun banyak nilai positifnya naik KRL, di balik itu juga banyak sisi negatifnya. Tapi, bagi saya pribadi, nilai positif memanfaatkan KRL membuat saya melupakan sisi-sisi negatifnya. Jadi saya tetap nyaman menggunakan sarana transportasi masal yang satu ini.

Untuk lebih nyaman dalam menaiki KRL, saya berikan beberapa tips di bawah ini:

1. Datang lebih awal

Untuk mengantisipasi keterlambatan kereta, lebih baik kita datang lebih awal.

2. Menggunakan kartu deposit KRL ketimbang kartu sekali jalan

Kalau kita menggunakan kartu sekali jalan, di setiap stasiun saat ingin naik KRL kita harus ngantri di loket untuk isi ulang. Tentu hal itu bisa membuang waktu.

3. Posisikan barang bawaan dengan nyaman

Misalnya kalau Anda membawa tas punggung, letakkan tas punggung di dada, jangan di punggung, karena bisa mengganggu penumpang di belakang Anda yang berdesakan. Letakkan juga dompet dan uang di kantong yang mudah Anda cek keamanannya. Biasanya jika Anda meletakkan dompet di kantong belakang, pencopet lebih mudah mendorong dompet dari arah bawah celana ke atas lalu diambil begitu saja.

4. Saat menunggu kereta, cari spot yang sepi

Jangan berkumpul dengan penumpang lain yang berkerumun ingin menaiki kereta, cari tempat yang sepi agar Anda mudah memasuki kereta saat datang.

5. Jika stasiun tujuan masih jauh, jangan di dekat pintu

Kalau Anda berdiri di dekat pintu padahal stasiun tujuan Anda masih jauh, Anda bakal kesal sendiri dengan penumpang-penumpang berdesakan yang naik turun kereta. Lebih baik Anda mencari tempat di tengah.

6. Perhitungkan kemungkinan keterlambatan

Pada saat-saat tertentu KRL terlambat datang, tertahan masuk di dekat stasiun-stasiun tertentu seperti Maggarai, dan ada aja yang bikin kita kehilangan waktu. Oleh karena itu kemungkinan-kemungkinan seperti ini perlu dipertimbangkan.

No comments:

Post a Comment

Situs terjemahan kitab Shahih Bukhari dan Muslim

Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim bagi orang Muslim adalah kitab paling terpercaya setelah Al-Quran. Dua Shahih Bukhari dan Muslim ad...