Ketika Mesin Lebih Pintar dari Penciptanya: Apakah AI Akan Membunuh Kreativitas Manusia?
Setiap kali kita berbicara tentang Kecerdasan Buatan (AI), bayangan film-film Hollywood seperti The Terminator atau The Matrix langsung melintas di benak. Kita membayangkan robot-robot raksasa dengan mata merah menyala yang berusaha memusnahkan umat manusia. Ketakutan akan dominasi fisik dan pemberontakan mesin telah menjadi narasi populer yang menakutkan sekaligus menghibur. Namun, jika kita lihat perkembangannya saat ini, kekhawatiran itu sepertinya meleset. AI tidak datang dengan membawa senapan plasma untuk membasmi kita dari muka bumi. Ia datang dengan lebih halus, lebih sunyi, dan karena itu, lebih berbahaya. Ancaman terbesar AI bukanlah pada kemampuannya membunuh manusia secara fisik, melainkan pada potensinya untuk membunuh kreativitas manusia. Pertanyaannya sekarang bukan lagi "Akankah AI menguasai dunia?", melainkan "Akankah kita biarkan AI mematikan daya cipta kita?" Paradoks Pemikiran: Manusia Berhenti, AI Bergerak Kita berada di era di ma...